Tuesday, February 10, 2026
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSAR (CABM)
  • Home
  • Tentang CABM
    • Visi dan Misi CABM
    • Sejarah CABM
    • Struktur Organisasi CABM
    • AD / ART – CABM
  • Edukasi Maritim
    • Restricted content
    • E-Book Gratis
    • Marine Operations
    • Restricted content
    • Restricted content
  • YASABATRA
    • Visi & Misi Yasabatra
  • Bumiseram Golf Club
    • Tentang BSGC
    • Pengurus BSGC
  • Hubungi Kami
Member
Register
No Result
View All Result
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSARA (CABM)
  • Home
  • Tentang CABM
    • Visi dan Misi CABM
    • Sejarah CABM
    • Struktur Organisasi CABM
    • AD / ART – CABM
  • Edukasi Maritim
    • Restricted content
    • E-Book Gratis
    • Marine Operations
    • Restricted content
    • Restricted content
  • YASABATRA
    • Visi & Misi Yasabatra
  • Bumiseram Golf Club
    • Tentang BSGC
    • Pengurus BSGC
  • Hubungi Kami
No Result
View All Result
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSARA (CABM)
member register
Home Diklat Perhubungan Laut

Bahaya, Indonesia Sudah Kelebihan Pelaut

by Admin
September 4, 2019
in Diklat Perhubungan Laut
0
Bahaya, Indonesia Sudah Kelebihan Pelaut
159
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BisnisNews.id — Indonesia negeri maritim  besar. Tapi ironis, negeri ini justru terjadi  oversupply atau kelebihan Pelaut di Indonesia makin tak menentu, bahkan lulusan Pelaut makin besar sementara kesempatan kerja makin kecil. Terus mau dikemanakan Pelaut kita ke depan ?

Sementara,  sekolah Pelaut baik negeri atau swasta makin banyak.  Termasuk diklat pemberdayaan masyarakat (DMP) gratis  yang menghasilkan ribuan Pelaut muda justru membuat persaingan makin tidak menentu.

Di sisi lain, persaingan Pelaut di pasar Internasional juga makin ketat. Dulu Indonesia termasuk negara pemasok Pelaut potensial di dunia. Kini banyak Pelaut serupa masuk ke pasar global seperti asal China, Vietnam, Thailand, bahkan Malaysia.

Ketua Corps Alumni Bumiseram Makassar (CABM)/PIP Makassar  Capt. Agus Salim mengatakan, produk Pelaut Indonesia saat ini sudah waktunya dikontrol. Jangan terlalu banyak membuka program studi (prodi) kepelautan, tanpa mempertimbangkan kemampuan dan daya serap pasarnya.

“Jika dibiarkan seperti sekarang, oversupply pelaut di Indonesia makin parah. Pengangguran Pelaut yang cukup besar sekarang harus segera diatasi,” kata Capt. Agus Salim menjawab BisnisNews.id di Jakarta, kemarin.

Program DPM khususnya matra laut harus di-design ulang  dan disesuaikan dengan kebutuhan pelaut di pasaran. DPM itu menggunakan uang negara melalui UPT BPSDMP di seluruh Indonesia. “Harus dipastikan, DPM itu benar bermanfaat dan menghantarkan mereka siap bekerja. Bukan sebaliknya, hanya menambah pengangguran pelaut yang nota bene sudah banyak,” kilah Capt. Agus Salim.

Pendapat serupa disampaikan Ketua Umum Korp Alumni Pendidikan Perwira Pelayaran Besar (KAP3B)/PIP Semarang Capt. Toto Sugianto.  “Oversupply” pelaut di Indonesia bukan hanya isapan jempol belaka. Saat ini, makin banyak pelaut bahkan di level perwira yang menganggur. Kalaupun mereka bekerja, mungkin hanya kontrak jangka pendek dan itupun belum tentu  sesuai aturan dan standard gaji yang berlaku,” kata Capt.Toto menjawab BisnisNews.

Data KAP3B/Alumni PIP Semarang menyebutkan, setiap tahun ada sekitar 3.500 Perwira Pelaut lulusan sekolah-sekolah negeri, seperti STIP Jakarta,  PIP Semarang, PIP Makassar, PolTekPel Surabaya  serta beberapa politeknik pelayaran di berbagai daerah di Indonesia.  “Sementara, sekolah pelaut swasta justru meluluskan pelaut yang lebih besar lagi. Pada saatnya nanti, mereka akan masuk ke pasar yang sama,”  kilah Capt. Toto.

Oleh karenanya, “Pemerintah melalui Kemenaker, Kemenhub khususnya BPSDMP dan dunia usaha harus ikut memikirkan nasib dan masa depan pelaut ini. Jangan sampai lulusan perwira pelaut terus menganggur.”

Pihak kampus, kilah Capt. Toto, jangan hanya mengejar pendapatan BLU, terus membuka prodi kepelautan secara luas tanpa memperhatikan daya serap pasar. “Nasib dan masa depan lulusan pelaut harus difikirkan,” kritik Capt. Toto.

Hasil penelusuran BisnisNews di beberapa mess pelaut di Jakarta  mulai Mess SPM Makassar, Mess PIP Makassar, Mess  PIP Semarang  masih banyak pelaut muda yang nasibnya tidak menentu.

Hampir semua mess pelaut banyak isinya dan sebagian menganggur bahkan sampai setahun belum naik kapal lagi.  Banyak teman kami menganggur karena makin kecilnya peluang kerja pelaut.

“Andi, pelaut muda teman kami sejak lulus dua tahun lalu belum dapat pekerjaan,” kata Oni, salah satu pelaut asal PIP Semarang di daerah Kemayoran Jakarta Pusat.

Bukan hanya itu,  tidak sedikit teman kami termasuk pelaut senior yang tidak bekerja sesuai harapan. Lebih parahnya lagi, kini kontrak kerja pelaut makin pendek, menjadi 4-6 bulan bahkan ada yang hanya sebulan sekali terus off.

Jika ada pejabat yang menyebutkan Indonesia kekurangan pelaut itu adalah salah besar. “Kini justru pasokan pelaut makin melimpah, bahkan banyak yang tidak bekerja karena makin kecilnya peluang kerja yang ada,” Ade, pelaut senior saat ditemui di Mess Jln Skoci 110 Jakarta Utara.

Yang menjadi pertanyaan kita, “Siapa orang yang memberikan masukan kepada pimpinan Kemenhub dan Kepala BPSDMP itu ?  Lulusan pelaut sudah sangat melimpah, tapi prodi kepelautan di sekolah negeri masih terus dibuka. Terus mau kerja dimana mereka nanti,” tanya Ade lagi.

Kini pelaut sangat banyak (menganggur). Datang saja ke mess pelaut, pasti banyak yang belum bekerja.  “Ibaratnya, kini tinggal “nyerok” saja dapat pelaut termasuk para perwira,” kata  Roy pelaut alumni PIP Semarang menambahkan.

Para pelaut senior, termasuk Capt. Salim dan Capt. Toto mengusulkan menata kembali sekolah-sekolah pelaut di Indonesia. Sekolah pelaut negeri ditata dan ditingkatkan kualitasnya. “Jumlah siswa yang diterima disesuaikan dengan daya serap pasar,” pinta Capt.Toto.

Sementara, Capt. Salim mengusulkan pelaut muda lebih meningkatkan kompetensinya termasuk menambah dengan kemampuan Bahasa Inggris yang memadahi. “Pelaut ke depan harus profesional di bidang teknis kepelautan, di-backup kemampuan Bahasa Inggris, serta sikap dan perilaku yang baik,” tukas Capt. Salim.

Memang Pemerintah dan semua pihak terkait tak bisa lepas tangan dari kondisi kepelautan di Tanah Air. “Tapi, pelaut sendiri harus sadar dan meningkatkan profesionalisme diri, agar tetap eksis dan bisa diterima bekerja dengan baik,” tegas Capt. Salim.(helmi)

Kegiatan CABM

Important Link

ALL EVENT

Instagram CABM

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

RSS CNN Indonesia

  • KPK Dalami Perusahaan Forwarder Lain Diduga Beri Suap ke Bea Cukai February 9, 2026
    KPK mengungkap ada perusahaan pengiriman barang atau forwarder lain yang diduga terindikasi juga melakukan suap ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai.
  • Menhut: Tak Ada Ampun Bagi Pembunuh Gajah Tanpa Kepala di Riau February 9, 2026
    Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengecam keras peristiwa seekor gajah yang ditemukan mati dalam kondisi tanpa kepala di Pelalawan, Riau.
  • Pramono Ingatkan Rencana Gedung MUI di HI Patuhi Aturan Cagar Budaya February 9, 2026
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan rencana pembangunan kantor MUI di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, agar tak melanggar aturan cagar budaya.
  • NasDem Segera Proses Pengganti Rusdi Masse di DPR February 9, 2026
    Fraksi Partai NasDem akan segera memproses PAW terhadap Rusdi Masse Mappasessu yang telah resmi mundur dari partai dan bergabung dengan PSI.
  • Bos Mecimapro Divonis Lepas Kasus Penipuan Rp10 M Konser TWICE February 9, 2026
    Bos promotor Mecimapro, Fransiska Melani, divonis lepas dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi Rp10 miliar terkait konser TWICE.
  • Al Azhar Kairo Apresiasi Komitmen Indonesia Cetak Ulama Unggul Moderat February 9, 2026
    Al Azhar Kairo mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo dalam mempercepat SDM unggul yang berhaluan moderat (wasathiyah).

Archives

Forum Informasi dan Komunikasi Corps Alumni Bumiseram Makassar (CABM)

Pilih Artikel yg diinginkan

Site Navigation

  • Advertisement
  • Hubungi Kami
  • PIP Makassar
  • Bumiseram Golf

Artikel CABM

Untuk mendapatkan artikel, informasi dan update lainnya, subscribe now to CABM Articles.

    Statistics

    • 0
    • 193
    • 1,176
    • 38,358
    • 1,457,884
    • 498,645

    © 2018 Corps Alumni Bumiseram Makassar - Powered by CABM Pasti Bisa .

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Tentang CABM
      • Visi dan Misi CABM
      • Sejarah CABM
      • Struktur Organisasi CABM
      • AD / ART – CABM
    • Edukasi Maritim
      • Restricted content
      • E-Book Gratis
      • Marine Operations
      • Restricted content
      • Restricted content
    • YASABATRA
      • Visi & Misi Yasabatra
    • Bumiseram Golf Club
      • Tentang BSGC
      • Pengurus BSGC
    • Hubungi Kami

    © 2018 CABM - Powered by IDPSolution.