Thursday, August 6, 2026
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSAR (CABM)
  • Home
  • Tentang CABM
    • Visi dan Misi CABM
    • Sejarah CABM
    • Struktur Organisasi CABM
    • AD / ART – CABM
  • Edukasi Maritim
    • Restricted content
    • E-Book Gratis
    • Marine Operations
    • Restricted content
    • Restricted content
  • YASABATRA
    • Visi & Misi Yasabatra
  • Bumiseram Golf Club
    • Tentang BSGC
    • Pengurus BSGC
  • Hubungi Kami
Member
Register
No Result
View All Result
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSARA (CABM)
  • Home
  • Tentang CABM
    • Visi dan Misi CABM
    • Sejarah CABM
    • Struktur Organisasi CABM
    • AD / ART – CABM
  • Edukasi Maritim
    • Restricted content
    • E-Book Gratis
    • Marine Operations
    • Restricted content
    • Restricted content
  • YASABATRA
    • Visi & Misi Yasabatra
  • Bumiseram Golf Club
    • Tentang BSGC
    • Pengurus BSGC
  • Hubungi Kami
No Result
View All Result
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSARA (CABM)
member register
Home Pengetahuan

Cara Kerja Single Point Mooring (SPM)

by Admin
May 29, 2019
in Pengetahuan
0
Cara Kerja Single Point Mooring (SPM)
669
SHARES
8.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Single Point Mooring (SPM) atau yang sering kita dengarkan SBM (Single Buoy Mooring) adalah Buoy terapung  yang berlabuh di lepas pantai yang merupakan sarana bertambtanya kapal tanker di laut, yang sekaligus berfungsi sebagai penyalur muatan cair seperti produk minyak bumi dari atau ke kapal tanker. SPM digunakan terutama di area dimana fasilitas khusus untuk loading /unloading  muatan cair tidak tersedia. Terletak pada jarak beberapa kilometer dari fasilitas offshore dan terhubung menggunakan sub-sea dan  jalur pipa bawah laut, fasilitas  SPM ini bahkan dapat menangani kapal dengan kapasitas besar seperti VLCC.
Single Point Mooring (SPM) berfungsi sebagai penghubung antara fasilitas darat dan tanker untuk memuat atau membongkar muatan cair dan gas.
Beberapa tipe SPM berdasarkan API RP 2 SK, 2006, adalah Turret, Catenary Anchor Leg Mooring (CALM) , Single Anchor Leg Mooring (SALAM), Vertical Anchor Leg Mooring (VALM), dan Single Point Mooring Tower (SPMT). Namun jenis SPM yang paling banyak digunkan di Indoenesia adalah jenis Catenary Anchor Leg Mooring (CALM).
Sistem CALM buoy ini tersusun dari sebuah large buoy didukung oleh beberapa catenary chain leg yang tertambat pada dasar laut. Konfigurasi dari CALM buoy ini terdapat howser yang menghubungkan antara kapal tanker dan buoy. Selain itu, terdapat konfigurasi riser yang berada dibawah dari buoy tersebut. Dalam system kerjanya, CALM buoy dengan raisernya menyalurkan minyak dari atau ke kapal tanker yang ditambatkan melalu floating hoses.
 Beberapa manfaat utama menggunakan SPM adalah:
  • Kemampuan menangani kapal ekstra besar
  • Tidak memerlukan kapal untuk datang ke pelabuhan sehingga menghemat bahan bakar dan waktu
  • Kapal dengan draft tinggi dapat ditambatkan dengan mudah
Bagaimana Cara Kerja Single Mooring Point (SPM)
SPM dibagi menjadi beberapa bagian berbeda yang memiliki fungsi khusus.
Mooring dan Sistem jangkar , buoy body dan sistem transfer produk adalah bagian utama dari SPM.
SPM ditambatkan ke dasar laut menggunakan pengaturan tambatan yang mencakup jangkar, rantai jangkar, chain stopper, dll. Pengaturan tambatan sedemikian rupa sehingga memungkinkan bouy bergerak bebas dalam batas yang ditentukan, dengan mempertimbangkan kondisi angin, ombak, arus, dan kondisi kapal tanker itu sendiri. Buoy ditambatkan ke dasar laut menggunakan rantai jangkar (legs) yang terikat pada titik jangkar (berdasarkan gravitasi atau piling) di dasar laut. Chain stopper i digunakan untuk menghubungkan rantai ke buoy
Bagian dari Single Point Mooring System (buoy body) yang terapung di atas air memiliki bagian yang berputar yang terhubung ke kapal tanker. Bagian yang berputar memungkinkan kapal tanker mendapatkan posisi stabil pada posisi yang diinginkan di sekitar buoy. Kapal tanker ini biasanya ditambatkan ke buoy dengan cara pengaturan hawser, yang terdiri dari tali nilon atau poliester yang terpasang ke hook (integrated) diats dek SPM. Chafe chain terhubung di hawser (tanker end) untuk mencegah kerusakan dari tanker fairlead. Sistem mooring yang digunakan untuk operasi offshore tersebut mengikuti standar yang direkomendasikan oleh Oil Companies International Marine Forum (OCIMF).
Sistem transfer produk terletak di center Mooring Buoy. Sistem transfer produk ke tanker dari Pipeline End and Manifold (PLEM)  yang terletak di dasar laut. Selang muat fleksibel yang dikenal sebagai riser menghubungkan pipa bawah laut ke sistem transfer produk di buoy. Mooring buoy terhubung ke tanker menggunakan floating hose, yang dilengkapi dengan breakaeay coupling (jenis kopling khusus dengan break point yang akan terlepas pada break-load yang telah ditentukan, mengaktifkan katup internal yang secara otomatis akan menutup di kedua ujung selang dan mencegah lebih awal keluarnya minyak) untuk mencegah tumpahan minyak (oil spills).
Sistem Single Point Mooring menggunakan system swivel yang tersambung dengan Pipeline End dan Manifold (PLEM) ke SPM. Sistem swivel produk memberikan fleksibilitas pergerakan ke tanker selama laoding/unloading produk. Sistem sambungan pipa yang dapat bergerak ini mencegah failure pada selang loading karena tekanan traksi atau bending stresses.
CABM

 

Kegiatan CABM

Important Link

ALL EVENT

Instagram CABM

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

RSS CNN Indonesia

  • Pria di Bandung Bakar Rumah Orang Tua, Ayah Alami Luka-luka August 5, 2026
    Seorang pria di Bandung, Azay Rejza, membakar rumah orang tuanya akibat sakit hati dimarahi. Ayahnya mengalami luka bakar, namun tidak ada korban jiwa.
  • Polisi Usut Dugaan Ancaman Bom via Informasi Elektronik Bandara Bali August 5, 2026
    Polisi menyelidiki dugaan ancaman bom di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Situasi keamanan tetap kondusif, dan penerbangan berjalan normal.
  • Update Gempa M5,3 Pangandaran, Guncangan Dilaporkan Terasa di Bandung August 5, 2026
    Gempa bumi tektonik M5.3 mengguncang Pangandaran, Jawa Barat, pada 5 Agustus 2026. Tidak berpotensi tsunami.
  • Anggota DPRD Bekasi Didakwa Lakukan Pengeroyokan hingga Korban Luka August 5, 2026
    Jaksa menuntut anggota DPRD Bekasi, Nyumarno, dan dua lainnya atas kekerasan yang menyebabkan luka pada korban.
  • Ombak Tak Bersahabat, Warga Pulau Bawean Carter Pesawat Demi Rujuk Ibu August 5, 2026
    Pengusaha di Pulau Bawean mencarter pesawat Rp110 juta demi ibunya guna dirujuk ke Surabaya karena gelombang tinggi yang membuat pelayaran terkendala.
  • Polisi Diduga Bunuh Nenek di Deliserdang Usai Ditolak Pinjam Uang August 5, 2026
    Bripda RF, anggota polisi, membunuh nenek 70 tahun setelah ditolak meminjam uang Rp50 juta. Polresta telah mengungkapnya dalam tempo 2x24 jam.

Archives

Forum Informasi dan Komunikasi Corps Alumni Bumiseram Makassar (CABM)

Pilih Artikel yg diinginkan

Site Navigation

  • Advertisement
  • Hubungi Kami
  • PIP Makassar
  • Bumiseram Golf

Artikel CABM

Untuk mendapatkan artikel, informasi dan update lainnya, subscribe now to CABM Articles.

    © 2018 Corps Alumni Bumiseram Makassar - Powered by CABM Pasti Bisa .

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Tentang CABM
      • Visi dan Misi CABM
      • Sejarah CABM
      • Struktur Organisasi CABM
      • AD / ART – CABM
    • Edukasi Maritim
      • Restricted content
      • E-Book Gratis
      • Marine Operations
      • Restricted content
      • Restricted content
    • YASABATRA
      • Visi & Misi Yasabatra
    • Bumiseram Golf Club
      • Tentang BSGC
      • Pengurus BSGC
    • Hubungi Kami

    © 2018 CABM - Powered by IDPSolution.