Saturday, September 5, 2026
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSAR (CABM)
  • Home
  • Tentang CABM
    • Visi dan Misi CABM
    • Sejarah CABM
    • Struktur Organisasi CABM
    • AD / ART – CABM
  • Edukasi Maritim
    • Restricted content
    • E-Book Gratis
    • Marine Operations
    • Restricted content
    • Restricted content
  • YASABATRA
    • Visi & Misi Yasabatra
  • Bumiseram Golf Club
    • Tentang BSGC
    • Pengurus BSGC
  • Hubungi Kami
Member
Register
No Result
View All Result
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSARA (CABM)
  • Home
  • Tentang CABM
    • Visi dan Misi CABM
    • Sejarah CABM
    • Struktur Organisasi CABM
    • AD / ART – CABM
  • Edukasi Maritim
    • Restricted content
    • E-Book Gratis
    • Marine Operations
    • Restricted content
    • Restricted content
  • YASABATRA
    • Visi & Misi Yasabatra
  • Bumiseram Golf Club
    • Tentang BSGC
    • Pengurus BSGC
  • Hubungi Kami
No Result
View All Result
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSARA (CABM)
member register
Home Berita Angkatan

Kepala KUPP Belang-belang, Sulawesi Barat Mengambil Sikap Tegas Atas Pemanduan dan Penundaan Yang Tidak Punya Sarana dan Prasarana

by Admin
September 25, 2018
in Berita Angkatan
0
Kepala KUPP Belang-belang, Sulawesi Barat Mengambil Sikap Tegas Atas Pemanduan dan Penundaan Yang Tidak Punya Sarana dan Prasarana
167
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

eMaritim.com 24 September 2018, Dalam beberapa tahun terakhir terdapat kerancuan dalam hal pengelolaan pelabuhan di Indonesia, dimana hal tersebut sebenarnya sudah secara jelas dan terang di tuangkan kedalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 57 tahun 2015 tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal.

Pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Perhubungan cq. Ditjen HUBLA menempatkan pejabatnya yang berwenang di setiap pelabuhan, baik pelabuhan yang sudah diusahakan maupun yang belum diusahakan. Untuk pelabuhan yang belum diusahakan karena ukuran dan fungsinya, pemerintah menempatkan pejabat negara yang memiliki tugas sebagai berikut; pengaturan, pengendalian, pengawasan kegiatan kepelabuhanan dan pemberian jasa kepelabuhanan untuk pelabuhan yang belum diusahakan secara komersil.

Dalam 2 tahun terakhir, di Pelabuhan Belang-belang Sulawesi Barat, PT. Pelabuhan Indonesia IV (Sebuah Badan Usaha Komersial) melakukan jasa pemanduan kepada kapal-kapal yang berkunjung ke Terminal khusus Lettawa di  Pasangkayu dan Tersus Unggul dan seluruh wilayah kerja Belang-belang termasuk di pelabuhan Belang-belang sendiri. Namun setelah diperiksa oleh Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Belang-belang yang baru Capt. Kristina Anthon SSit, MH didapati bahwa hal tersebut tidak didukung perangkat aturan dan prasarana yang benar.

“Dengan adanya temuan ini Kepala UPP Belang-belang akan meninjau kembali pelaksanaan yang sudah ada selama hampir 2 tahun. Dan akan melaporkan ke Dirjen Perhubungan Laut cq Direktorat Kepelabuhanan semua temuan-temuan diatas. Dan sebagai pengawas pemanduan tidak akan memperpanjang lagi kerja sama dengan PT Pelindo IV. Karena waktu 2 tahun itu bukanlah waktu yang singkat untuk tidak memiliki sarana dan prasarana sama sekali. Dari sekian persyaratannya tidak ada satupun yang dimiliki penyedia pamanduan dan penundaan kapal yaitu PT Pelindo IV Cabang Pantoloan”.

Selanjutnya Capt. Kristina menambahkan; “PNBP adalah merupakan kompensasi yang harus dibayar dari pemungutan pemanduan, tapi bukan tujuan utama dari pemanduan tersebut. Jadi bukan alasan melakukan pemanduan untuk mencarikan uang buat negara seperti yang dijadikan alasan oleh beberapa pihak. Bahwa jika kami tidak memandu berarti ada kerugian negara. Padahal tidak ada hubungannya kerugian negara dengan tidak adanya pelayanan pemanduan”.

Kepala UPP mengatakan hal ini karena dirinya langsung turun ke lapangan dan mendapati beberapa terminal yang dikatakan dilayani pemanduan sama sekali tidak ada sarana dan prasarananya dalam hal ini Pilot boat dan juga stasiun radio.
“Tidak akan mungkin pandu bisa naik ke kapal tanpa pilot boat. Dan bagaimana pihak kapal akan menghubungi pemanduan yang tidak punya sarana radio? Juga kapal tunda yang tidak dimiliki penyedia jasa pemanduan dan penundaan,  intinya tidak ada sarpras sama sekali”.

Diapun menjelaskan bahwa; “Jarak antara penyedia pemanduan dan penundaan kapal sangat jauh, yaitu berada di Pantoloan yang jarak tersingkatnya 3 jam perjalanan darat dan ke kantor Belang-belang bisa sampai 7 jam perjalanan lewat darat. Dalam hal ini pengawas pemanduan (Kepala UPP) melihat tidak efektifnya pelayanan pemanduan dengan jarak demikian”.

Pemerintah juga sudah mengatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 57 bahwa perairan di pelabuhan dibedakan sesuai tingkat kesulitan dan keselamatannya, ada perairan wajib pandu dan perairan pandu luar biasa. Perairan pandu luar biasa artinya adalah jika nakhoda kapal meminta atas dasar keselamatan, maka pelayanan harus diajukan kepada pengawas pemanduan setempat, yang dalam hal ini adalah Syahbandar,  Kanpel, KSOP ataupun KUPP. Apabila hal tersebut dilakukan,  maka negara berhak memungut PNBP atas jasa yang diberikan.

Perairan pelabuhan Belang-belang sendiri masih termasuk perairan pandu luar biasa. Artinya pemanduan dilakukan atas permintaan dari  nakhoda kapal, atau atas perintah dari  pengawas pemanduan setempat yang dalam hal ini adalah Kepala KUPP, tanpa itu tidak ada alasan dilakukan pemanduan, apapun dalihnya. “Apalagi jika memberatkan dan menghambat pergerakan kapal sampai menunggu pandu yang terlalu lama tiba ditempat karena tidak miliki akomodasi di wilayah pemanduannya untuk siap dalam setiap saat melayani” tutupnya.(jan)

Kegiatan CABM

Important Link

ALL EVENT

Instagram CABM

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

RSS CNN Indonesia

  • KA Wijaya Kusuma Tabrak Sedan di Jember, Sopir Dievakuasi September 5, 2026
    KA Wijaya Kusuma relasi Cilacap-Ketapang mengalami menabrak mobil sedan di Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/9) pagi.
  • PVMBG Catat Erupsi Anak Krakatau Masih Terjadi hingga Sabtu Pagi September 5, 2026
    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi Gunung Api Anak Krakatau masih terjadi hingga Sabtu (5/9) pagi ini.
  • Erupsi Terbaru Gunung Anak Krakatau Rusak Kamera Pemantau September 5, 2026
    Erupsi terbaru Gunung Anak Krakatau telah merusak kamera pemantau. Pemantauan kini dilakukan secara manual.
  • Alasan PBNU Sebut Bitcoin Haram di RI Meski Sah Jadi Mata Uang September 5, 2026
    Forum Bahtsul Masail Waqiyyah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menegaskan penggunaan Bitcoin sebagai mata uang di Indonesia hukumnya haram.
  • BMKG Sebut Dentuman Misterius Bandung Berasal dari Fenomena Skyquake September 5, 2026
    BMKG mendefinisikan dentumen misterius Bandung sebagai fenomena skyquake/dentuman langit yang hingga kini belum dapat dijelaskan secara pasti penyebab utamanya.
  • Penampakan Lava Fountain Menjulang Tinggi dari Erupsi Anak Krakatau September 5, 2026
    Video rekaman warga menunjukkan erupsi Gunung Anak Krakatau melontarkan fenomena air mancur lava (lava fountain) yang menjulang tinggi.

Archives

Forum Informasi dan Komunikasi Corps Alumni Bumiseram Makassar (CABM)

Pilih Artikel yg diinginkan

Site Navigation

  • Advertisement
  • Hubungi Kami
  • PIP Makassar
  • Bumiseram Golf

Artikel CABM

Untuk mendapatkan artikel, informasi dan update lainnya, subscribe now to CABM Articles.

    © 2018 Corps Alumni Bumiseram Makassar - Powered by CABM Pasti Bisa .

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Tentang CABM
      • Visi dan Misi CABM
      • Sejarah CABM
      • Struktur Organisasi CABM
      • AD / ART – CABM
    • Edukasi Maritim
      • Restricted content
      • E-Book Gratis
      • Marine Operations
      • Restricted content
      • Restricted content
    • YASABATRA
      • Visi & Misi Yasabatra
    • Bumiseram Golf Club
      • Tentang BSGC
      • Pengurus BSGC
    • Hubungi Kami

    © 2018 CABM - Powered by IDPSolution.