Saturday, August 15, 2026
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSAR (CABM)
  • Home
  • Tentang CABM
    • Visi dan Misi CABM
    • Sejarah CABM
    • Struktur Organisasi CABM
    • AD / ART – CABM
  • Edukasi Maritim
    • Restricted content
    • E-Book Gratis
    • Marine Operations
    • Restricted content
    • Restricted content
  • YASABATRA
    • Visi & Misi Yasabatra
  • Bumiseram Golf Club
    • Tentang BSGC
    • Pengurus BSGC
  • Hubungi Kami
Member
Register
No Result
View All Result
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSARA (CABM)
  • Home
  • Tentang CABM
    • Visi dan Misi CABM
    • Sejarah CABM
    • Struktur Organisasi CABM
    • AD / ART – CABM
  • Edukasi Maritim
    • Restricted content
    • E-Book Gratis
    • Marine Operations
    • Restricted content
    • Restricted content
  • YASABATRA
    • Visi & Misi Yasabatra
  • Bumiseram Golf Club
    • Tentang BSGC
    • Pengurus BSGC
  • Hubungi Kami
No Result
View All Result
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSARA (CABM)
member register
Home Umum

Akhirnya INSA dan Presiden RI Bertemu, Ini Isi Pertemuannya

by Admin
December 12, 2019
in Umum
0
Akhirnya INSA dan Presiden RI Bertemu, Ini Isi Pertemuannya
153
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, eMaritim.com – Asosiasi Pengusaha Pelayaran dalam negeri atau Indonesian National Shipowners Association (INSA) mendapat kesempatan baik untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (04/01). Dalam kesempatan tersebut, INSA menyampaikan beberapa isu-isu seputar dunia pelayaran nasional.

Pertemuan ini merupakan pertemuan yang ditunggu INSA selama kurun waktu 5 tahun Presiden Jokowi menjabat, dan beberapa isu yang ingin INSA sampaikan meliputi keluhan dan ke-khawatiran pengusaha pelayaran dalam negeri yang belum tertampung dan belum terealisasi pada Menteri Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan sampai dititik akhir pada Presiden Republik Indonesia

Isu utama yang menjadi fokus pembicaraan INSA dan Presiden Joko Widodo adalah terkait pentingnya mempertahankan kebijakan asas cabotage.

Kebijakan yang tertuang dalam Inpres No 05 tahun 2005 dan Undang-undang Pelayaran No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran sudah terbukti positif mengerek jumlah armada merah putih menjadi 25 ribu lebih dari sejak dimulainya asas cabotage pada 2005 yang hanya sekitar enam ribu armada.

Asas cabotage juga sudah terbukti positif bagi ekosistem bisnis pelayaran lainnya, seperti galangan kapal, logistik, industri komponen, dan lembaga sekolah pendidikan SDM pelaut.

Lebih dari itu, asas cabotage juga bermakna kedaulatan negara atau sovereign of the country menyangkut peran angkutan laut nasional dari kemungkinan ancaman terhadap pertahanan dan keamanan negara.

Investasi asing pada industri pelayaran sebagian besar tidak dalam bentuk aliran dana masuk, sebagaimana yang terjadi di sektor infrastruktur dan manufaktur. Investasi kapal di sektor pelayaran hanya dalam bentuk pemindahan asset kapal dari bendera asing menjadi bendera Indonesia, yang dicatat sebagai bagian dari investasi dalam perusahaan tersebut. Hasil pendapatan usaha pelayaran asing di Indonesia sebagian besar digunakan untuk mengembalikan nilai investasi di negara asalnya.

Selain itu, kapal merupakan asset bergerak sehingga sewaktu-waktu dapat dipindahkan kepemilikan dan operasionalnya di luar wilayah Indonesia. Oleh karenanya, investasi asing di sektor pelayaran berdampak lebih kecil ketimbang sektor lain terhadap ekonomi nasional.

Namun bukan berarti investasi asing di sektor angkutan laut tidak diperlukan. Investasi asing dibutuhkan untuk jenis-jenis kapal kerja yang memerlukan teknologi tinggi, seperti kapal pengeboran lepas pantai dengan mekanisme perizinan PMA yang berbeda dari PMDN.

“Untuk itu kami sampaikan bahwa industri pelayaran adalah industri strategis yang berhak masuk dalam Daftar Negatif Investasi (DNI),” kata Carmelita, Rabu (04/12).

WKU III DPP INSA Darmansyah Tanamas mengatakan dengan kebijakan memasukkan pelayaran nasional dalam DNI, akan sangat membantu dalam pengembangan perusahaan pelayaran nasional menengah dan kecil.

Isu lain yang dibicarakan antara pengurus DPP INSA dan Presiden Joko Widodo terkait pembentukan badan tunggal penjaga laut dan pantai atau sea and coast guard sesuai amanat Pasal 256 pada Undang-undang No 17 tahun 2008. Saat ini banyak institusi lembaga penegak hukum yang berwenang di laut. Akibatnya, terjadi biaya tinggi di tengah laut dan ketidakpastian waktu pengiriman barang.

“Dalam pertemuan dengan Presiden kami juga sampaikan perlu dibentuknya single agent multy task, atau satu instansi yang melingkupi seluruh keamanan dan keselamatan laut dan pantai,” katanya.

Dalam kesempatan itu, INSA juga menyampaikan terkait dengan dibutuhkannya dukungan pembiayaan pengadaan kapal bagi industri pelayaran nasional dengan bunga kompetitif, yakni satu digit dan bertenor panjang berkisar 10-15 tahun sesuai dengan amanat Pasal 56-57 Undang-undang No 17 tahun 2008. Untuk itu, diusulkan agar skema pembiayaan angkutan laut dimasukkan atau disamakan seperti skema pembiayaan infrastruktur.

Pembahasan lainnya adalah terkait tol laut yang memerlukan dukungan seluruh pihak, tidak hanya dari Kementerian Perhubungan, tapi juga dukungan dari Kementerian Perdagangan dan juga BUMN. Hal ini untuk menghilangkan resiko permainan harga barang tol laut oleh distributor.

“Optimalisasi Program Tol Laut harus melibatkan dan didukung banyak kementerian, seperti Kementerian Perdagangan dan BUMN.”

Pertemuan tersebut juga menyinggung tentang pemberdayaan industri galangan kapal nasioal dan dukungan pemberian fasilitas fiskal. Dukungan terhadap galangan kapal nasional juga diberikan berupa pembatasan usia atas impor kapal tidak baru yang dapat diproduksi di galangan kapal dalam negeri.

Kegiatan CABM

Important Link

ALL EVENT

Instagram CABM

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

RSS CNN Indonesia

  • Cerita SAR Evakuasi Korban Tewas Gempa NTT di Gedung Pelabuhan Maumere August 15, 2026
    Tim SAR evakuasi tiga korban di bangunan Pelabuhan Lauren Say, Maumere, yang ambruk akibat gempa NTT magnitudo 7
  • Data BNPB: 14 Orang Meninggal Dunia Imbas Gempa M7 NTT August 15, 2026
    Data BNPB hingga Sabtu siang (15/8) menyebut 14 orang jadi korban jiwa dalam peristiwa gempa magnitudo 7 yang mengguncang NTT.
  • Supermarket dan Toko Diminta Bagikan Barang ke Korban Gempa NTT August 15, 2026
    Gubernur NTT Melki Laka Lena mengungkap perhatian Presiden Prabowo terhadap bencana di Flores. Pemprov fokus evakuasi korban dan distribusi bantuan.
  • Gubernur NTT: Wilayah Flores Bagian Utara Paling Terdampak Gempa August 15, 2026
    Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan wilayah paling terdampak gempa M 7,7 pada Sabtu pagi tadi di Flores Utara.
  • Gubernur: Sinergi Pemprov DKI dan Kejati Perkuat Pembangunan Jakarta August 15, 2026
    Kolaborasi Pemprov DKI dan Kejati membantu penyelesaian berbagai persoalan hukum terkait kepentingan pembangunan dan pengelolaan aset daerah.
  • Fraksi PAN: Pidato Presiden Prabowo Arah Tegas Kemajuan Bangsa August 15, 2026
    Ketua Fraksi PAN Putri Zulkifli Hasan apresiasi pidato Presiden Prabowo, menyoroti pertumbuhan ekonomi dan swasembada pangan.

Archives

Forum Informasi dan Komunikasi Corps Alumni Bumiseram Makassar (CABM)

Pilih Artikel yg diinginkan

Site Navigation

  • Advertisement
  • Hubungi Kami
  • PIP Makassar
  • Bumiseram Golf

Artikel CABM

Untuk mendapatkan artikel, informasi dan update lainnya, subscribe now to CABM Articles.

    © 2018 Corps Alumni Bumiseram Makassar - Powered by CABM Pasti Bisa .

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Tentang CABM
      • Visi dan Misi CABM
      • Sejarah CABM
      • Struktur Organisasi CABM
      • AD / ART – CABM
    • Edukasi Maritim
      • Restricted content
      • E-Book Gratis
      • Marine Operations
      • Restricted content
      • Restricted content
    • YASABATRA
      • Visi & Misi Yasabatra
    • Bumiseram Golf Club
      • Tentang BSGC
      • Pengurus BSGC
    • Hubungi Kami

    © 2018 CABM - Powered by IDPSolution.