Tuesday, October 27, 2026
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSAR (CABM)
  • Home
  • Tentang CABM
    • Visi dan Misi CABM
    • Sejarah CABM
    • Struktur Organisasi CABM
    • AD / ART – CABM
  • Edukasi Maritim
    • Restricted content
    • E-Book Gratis
    • Marine Operations
    • Restricted content
    • Restricted content
  • YASABATRA
    • Visi & Misi Yasabatra
  • Bumiseram Golf Club
    • Tentang BSGC
    • Pengurus BSGC
  • Hubungi Kami
Member
Register
No Result
View All Result
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSARA (CABM)
  • Home
  • Tentang CABM
    • Visi dan Misi CABM
    • Sejarah CABM
    • Struktur Organisasi CABM
    • AD / ART – CABM
  • Edukasi Maritim
    • Restricted content
    • E-Book Gratis
    • Marine Operations
    • Restricted content
    • Restricted content
  • YASABATRA
    • Visi & Misi Yasabatra
  • Bumiseram Golf Club
    • Tentang BSGC
    • Pengurus BSGC
  • Hubungi Kami
No Result
View All Result
CORPS ALUMNI BUMISERAM MAKASSARA (CABM)
member register
Home Diklat Perhubungan Laut

Menekan Kecelakaan Maritim di Indonesia

Keselamatan Dimulai dari Keputusan Pemimpin

by Cab M.admin
October 27, 2026
in Diklat Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Marine Incident/Accident, Pengetahuan, Umum
0
Menekan Kecelakaan Maritim di Indonesia
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

CABM 27 Oktober 2026, Safety is not just a certificate or a procedure. Safety is a culture, and ultimately, a leadership decision.”

Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan transportasi laut yang andal dan selamat. Untuk menekan kecelakaan maritim, perhatian kita perlu menjangkau seluruh sistem: kondisi kapal, kompetensi awak, pengawasan pelabuhan, hingga keputusan bisnis di kantor.

Sertifikat dan prosedur merupakan fondasi penting. Namun, nilainya baru terasa ketika diterapkan secara konsisten dalam pekerjaan sehari-hari. IMO melalui ISM Code menegaskan bahwa komitmen manajemen puncak merupakan landasan pengelolaan keselamatan yang baik. (imo.org⁠)

1. Jadikan keselamatan sebagai dasar keputusan operasional

Komitmen keselamatan diuji ketika perusahaan menghadapi tekanan jadwal, biaya, dan permintaan pelanggan.

Apakah keberangkatan tetap dipaksakan ketika peralatan kritis belum andal? Apakah pekerjaan dilanjutkan saat kondisi cuaca melampaui batas operasi? Apakah laporan kerusakan segera ditindaklanjuti?

Manajemen harus memberikan dukungan nyata kepada nakhoda untuk menunda pelayaran atau menghentikan pekerjaan yang tidak aman. Pemilik kapal, penyewa, dan pelanggan juga perlu menghormati keputusan tersebut. Awak kapal akan memahami prioritas perusahaan dari keputusan yang mereka lihat.

2. Pastikan kelaiklautan melalui kondisi nyata kapal

Pemeriksaan harus membuktikan bahwa kapal dan peralatannya benar-benar siap digunakan. Fokusnya meliputi mesin penggerak, kemudi, sistem kelistrikan, pompa bilga, integritas kedap air, alat navigasi, serta perlengkapan pemadam dan penyelamatan.

Perawatan terencana perlu didukung anggaran, suku cadang, waktu pengerjaan, dan verifikasi hasil. Kerusakan berulang harus dianalisis penyebabnya. Temuan baru dapat dinyatakan selesai setelah perbaikan diperiksa dan, bila diperlukan, diuji fungsinya.

Untuk peralatan kritis, metode inspeksi harus sesuai dengan mekanisme kerusakannya. Pemeriksaan visual saja belum tentu cukup untuk mendeteksi kerusakan internal.

3. Perketat pengendalian muatan dan penumpang

Jumlah penumpang, berat muatan, distribusi beban, pengikatan kendaraan, dan barang berbahaya harus sesuai kondisi sebenarnya. Ketidaksesuaian data dapat memengaruhi penilaian stabilitas sekaligus menyulitkan penanganan keadaan darurat.

Dalam pembelajaran keselamatan kapal Ro-Ro yang dipublikasikan September 2026, KNKT kembali menekankan pentingnya akurasi manifes dan pengawasan muatan. Ini merupakan area konkret yang perlu diperkuat bersama oleh operator, pengelola pelabuhan, pengirim barang, dan petugas pemeriksa. (knkt.go.id⁠)

4. Bangun kompetensi sekaligus kendalikan kelelahan

Sertifikat kompetensi perlu dilengkapi familiarisasi kapal, latihan praktis, dan evaluasi kemampuan menghadapi kondisi abnormal.

Awak harus memahami tindakan ketika terjadi kehilangan tenaga penggerak, kegagalan kemudi, kebakaran, kebocoran, atau orang jatuh ke laut. Latihan perlu menguji koordinasi dan kesiapan peralatan.

Perusahaan juga harus memastikan jumlah awak, pengaturan jaga, dan waktu istirahat mendukung pekerjaan yang aman. Personel kantor—termasuk operasi, teknik, pengawakan, dan purchasing—perlu memahami bagaimana keputusan mereka memengaruhi risiko di kapal.

5. Bangun budaya pelaporan yang dipercaya

Awak harus merasa aman untuk melaporkan kerusakan, kondisi berbahaya, dan kejadian nyaris celaka (near miss). Laporan yang jujur perlu mendapat respons dan tindak lanjut yang jelas.

Budaya adil berarti membedakan kesalahan manusia, perilaku berisiko, dan pelanggaran yang disengaja. Pendekatan ini menjaga akuntabilitas sekaligus membuka ruang pembelajaran.

Peningkatan laporan near miss tidak selalu berarti keselamatan memburuk; hal itu dapat menunjukkan bahwa kepercayaan untuk melapor mulai tumbuh.

6. Perkuat pengawasan dan pembelajaran lintas pihak

Pengawasan perlu memeriksa kesesuaian dokumen dengan kondisi lapangan, termasuk pengujian fungsi peralatan dan penyelesaian temuan sebelumnya.

Setiap kecelakaan juga harus menghasilkan perubahan yang dapat diverifikasi. KNKT menegaskan bahwa tujuan investigasi keselamatan adalah mencegah kejadian serupa terulang. Karena itu, rekomendasi perlu diterjemahkan menjadi tindakan, penanggung jawab, batas waktu, dan pemeriksaan efektivitasnya. (knkt.go.id⁠)

7. Ukur pencegahan sebelum terjadi korban

Evaluasi keselamatan perlu mencakup lebih dari jumlah kecelakaan. Manajemen dapat memantau pekerjaan perawatan kritis yang terlambat, kerusakan berulang, temuan berisiko tinggi yang belum selesai, kualitas latihan darurat, dan kecepatan tindak lanjut laporan awak.

Untuk menilai tren secara adil, angka kecelakaan juga perlu dibandingkan dengan aktivitas operasi, seperti jumlah pelayaran atau jam operasi. Target “zero accident” harus disertai budaya pelaporan yang terbuka agar tidak mendorong penyembunyian kejadian.

Menekan kecelakaan maritim di Indonesia membutuhkan tindakan bersama yang konsisten. Regulator harus mengawasi dengan tegas, perusahaan menyediakan sumber daya, pelabuhan mengendalikan proses keberangkatan, dan awak menjalankan pekerjaan secara profesional.

Budaya keselamatan tumbuh ketika pemimpin mendengar laporan, menyediakan kebutuhan perbaikan, dan berani menghentikan operasi saat risikonya tidak dapat diterima. Di situlah keselamatan menjadi keputusan yang nyata.

CABM

Kegiatan CABM

Important Link

ALL EVENT

Instagram CABM

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

RSS CNN Indonesia

  • Mendikdasmen Perluas Jangkauan PIP untuk 888 Ribu Anak TK October 26, 2026
    Mendikdasmen Abdul Mu'ti umumkan PIP kini mencakup TK, dengan 888 ribu murid menerima bantuan. PIP mendukung pendidikan anak dari keluarga miskin.
  • Prabowo Salurkan Rp200 Miliar untuk Tangani Karhutla di Sumsel October 26, 2026
    Presiden Prabowo Subianto salurkan Rp200 miliar untuk penanganan karhutla di Sumsel. Bantuan diberikan dalam dua tahap untuk daerah terdampak.
  • Kemenag Imbau Umat Muslim Salat Istisqa Imbas Karhutla dan Kekeringan October 26, 2026
    Kementerian Agama mengajak umat muslim untuk melaksanakan salat istisqa merespons kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah.
  • Polisi: Bobotoh Tewas di Pakansari Dibacok Pakai Celurit October 26, 2026
    Seorang Bobotoh berusia 16 tahun tewas akibat pembacokan setelah menonton pertandingan Persib. Polisi berhasil menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.
  • Polisi Selidiki Dugaan Peluru Nyasar di Showroom Mobil Jaktim October 26, 2026
    Insiden peluru nyasar terjadi di showroom mobil Cibubur, Jakarta Timur. Polisi selidiki kejadian dan menemukan proyektil di lokasi.
  • Letda Ahmad Meninggal di Gudang Senjata, Kopassus Bantah Ditembak October 26, 2026
    Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid dari Kopassus meninggal di Sukoharjo. Kepala Penerangan Kopassus menyebut kejadian akibat kelalaian, bukan penembakan.

Archives

Forum Informasi dan Komunikasi Corps Alumni Bumiseram Makassar (CABM)

Pilih Artikel yg diinginkan

Site Navigation

  • Advertisement
  • Hubungi Kami
  • PIP Makassar
  • Bumiseram Golf

Artikel CABM

Untuk mendapatkan artikel, informasi dan update lainnya, subscribe now to CABM Articles.

    © 2018 Corps Alumni Bumiseram Makassar - Powered by CABM Pasti Bisa .

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Tentang CABM
      • Visi dan Misi CABM
      • Sejarah CABM
      • Struktur Organisasi CABM
      • AD / ART – CABM
    • Edukasi Maritim
      • Restricted content
      • E-Book Gratis
      • Marine Operations
      • Restricted content
      • Restricted content
    • YASABATRA
      • Visi & Misi Yasabatra
    • Bumiseram Golf Club
      • Tentang BSGC
      • Pengurus BSGC
    • Hubungi Kami

    © 2018 CABM - Powered by IDPSolution.